Aksi demo guru wiyata bhakti Indonesia

Aksi dan demo guru wiyata baki se indonesia untuk menuntut ketidakadilan yang diterima , mari dukung gerakan guru dalam memperjuangkan masa depan lebih baik – Ratusan guru honorer di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, berunjuk rasa di depan kantor bupati setempat. Mereka menuntut untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Kamis (27/9/2018), para guru honorer menolak pembukaan CPNS khususnya formasi guru.Mereka berdalih masih banyak tenaga honorer yang seharusnya lebih diprioritaskan karena telah mengabdi puluhan tahun. Mereka juga meminta pemerintah memperhatikan kesejahteraan guru karena honor masih minim. (Karlina Sintia Dewi)

http://GuruIndonesia.Web.id

Aksi mogok mengajar para guru honorer memasuki hari keempat. Meski demikian, kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah terus berlangsung walau tidak maksimal. Seperti SD Babelan di Bekasi.

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Kamis (27/9/2018), sedikitnya ada 20 orang guru honorer yang turut dalam aksi mogok. Mereka menuntut agar pemerintah memberikan kejelasan status honorer dan menaikkan tunjangan kesejahteraan. Untuk mengatasi hal itu, sejumlah guru PNS diterjunkan di kelas-kelas menggantikan jam pelajaran yang sebelumnya diasuh oleh guru honorer.

http://GuruIndonesia.Web.id

Sementara itu, sejumlah personel polisi dari Polres Blitar diterjunkan ke sekolah-sekolah di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, untuk menggantikan guru yang tidak masuk. Sebagian besar mengisi jam pelajaran yang kosong, karena ditinggalkan guru honorer yang sedang melakukan aksi mogok mengajar.

Di kelas, para polisi itu tidak memberikan materi kurikulum pendidikan. Untuk mengisi kekosongan jam belajar, para siswa diajarkan dasar-dasar lalu lintas. Para polisi akan bertugas mengisi jam pelajaran di sekolah-sekolah di Kabupaten Blitar selama satu minggu. (Galuh Garmabrata).

Para guru di Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, masuk katagori pulau terluar di Provinsi Aceh mengancam mogok mengajar jika persoalan tunjangan khusus daerah terpencil yang seharusnya mereka terima tidak terselesaikan.

“Kami akan mogok mengajar jika permasalahan tunjangan khusus daerah terpencil yang menjadi hak kami tidak selesai dan dibayarkan,” kata guru SMA Pulo Aceh, Bismi Aulia, di Banda Aceh, Senin, 30 Juli 2018, dilansir Antara.

Pernyataan tersebut dikemukakan Bismi Aulia saat mendatangi Kantor Ombudsman RI Perwakilan Aceh bersama belasan guru dari Kepulauan Pulo Aceh. Dia menyatakan, kedatangan mereka mengadukan persoalan tunjangan khusus daerah terpencil yang sudah setahun enam bulan lebih tidak mereka terima.

Didampingi sejumlah guru dari Kepulauan Pulo Aceh, dia menjelaskan, tunjangan khusus daerah terpencil mereka terima sejak 2011 hingga 2016. Namun, sejak Januari 2017 hingga kini, tunjangan tersebut tidak lagi diterima.

http://GuruIndonesia.Web.id

“Kami tidak tahu mengapa tidak menerima tunjangan khusus daerah terpencil. Semua orang tahu, Pulo Aceh merupakan pulau terluar di Aceh. Sedangkan, SK guru terluar juga masih kami pegang,” ujar Bismi.

Menurut dia, persoalan tersebut juga pernah dipertanyakan kepada Dinas Pendidikan Aceh. Anehnya, Kepala Dinas Pendidikan Aceh saat itu dijabat Laisani menyebutkan guru di Kepulauan Pulo Aceh tidak lagi berada di pulau terluar.

“Kalau kami bukan lagi guru pulau terluar, kenapa ada sebagian kecil guru di Kecamatan Pulo Aceh masih menerima tunjangan khusus daerah terpencil. Ini ketidakadilan yang kami terima,” ujar Bismi.

Maka itu, mereka mengharapkan Ombudsman RI Perwakilan Aceh membantu para guru di pulau terluar di Provinsi Aceh tersebut mendapatkan kembali tunjangan khusus daerah terpencil yang merupakan hak. Sebelumnya, mereka sudah menyampaikan keluhan kepada Anggota DPR Aceh.

“Kami merencanakan akan menyampaikan masalah ini kepada Bupati Aceh Besar. Jika tetap tidak ada respons, maka kami akan menghentikan kegiatan belajar mengajar,” kata Bismi.

Sumber

Menuju 7,700,000 Share .Bagikan Ini Sekarang