Isak tangis guru wiyata bhakti tak dihargai

Isak tangis dan cucuran air mata kesedihan para guru wiyata bakti seperti tak dihargai , guru wb dianggap seperti tidak penting , selalu dipinggirkan dan dihina . Ribuan guru honorer di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, berunjuk rasa menolak regulasi yang menyulitkan mereka menjadi PNS (Pegawai Negeri Sipil).

Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Minggu (23/9/2018), lebih dari 1.000 tenaga honorer yang didominasi guru melakukan unjuk rasa menolak regulasi penerimaan CPNS yang mengutamakan formasi umum daripada formasi untuk tenaga honorer menjadi PNS.

Aksi diawali dengan long march dari halaman Kampus UPI Purwakarta hingga taman kota di Situ Buled, Purwakarta.Menurut pengunjuk rasa, peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tidak adil terhadap para tenaga honorer yang telah puluhan tahun mengabdi di sejumlah instansi.

Pengunjuk rasa mendesak agar honorer lebih diprioritaskan dalam penerimaan CPNS tahun ini.”Mereka sudah puluhan tahun mengabdi dan tidak bisa jadi CPNS, oleh karena itu regulasi direvisi lah,” kata Ketua PGRI Purwakarta Rasmita.

Saat ini, di Kabupaten Purwakarta, lebih dari 2.000 tenaga honorer kategori dua yang belum diangkat menjadi pegawai negeri. Rata-rata mereka telah mengabdi selama belasan hingga puluhan tahun. (Muhammad Gustirha Yunas)

Ribuan guru honorer menggelar unjuk rasa. Mereka menagih janji pemerintah untuk mengangkat statusnya sebagai PNS. Mereka juga meminta honor para guru dinaikkan, karena sangat tidak layak dan jauh di bawah upah minimun regional (UMR).

Seperti ditayangkan Fokus Indosiar, Kamis (20/9/2018), sekitar 1.500 guru honorer dari 47 kecamatan di Kabupaten Sukabumi, berkumpul di Lapangan Korpri Cisaat. Mereka menggelar aksi demo menuntut kenaikan honor. Paling tidak setara dengan upah minimum kabupaten

Mereka juga meminta agar pembayaran guru honorer bukan dari dana biaya operasional sekolah (BOS) karena tidak memadai.Para guru juga menyatakan, honor yang mereka terima sangat tidak layak padahal mereka sudah bekerja bertahun-tahun, bahkan ada yang sudah belasan tahun mengabdi.

Sementara itu, ribuan guru tidak tetap di Temanggung, Jawa Tengah, berunjuk rasa menuntut pembatalan regulasi tentang batasan umur pengangkatan CPNS yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara di Pendopo Pengayoman Kabupaten Temanggung.

Menurut mereka, aturan batasan umur sangat tidak adil, karena mereka sudah mengabdi selama bertahun-tahun, bahkan ada yang puluhan tahun. Mereka juga meminta pemerintah menaikkan honor yang sangat tidak layak, yaitu hanya Rp 350 ribu per bulan. Para guru honorer bahkan mengancam jika tuntutannya tidak ditanggapi akan melakukan aksi mogok mengajar selama seminggu.

Hari ini, lowongan CPNS dibuka. Hari ini pula ratusan guru serta tenaga honorer di Ciamis, Jawa Barat, turun ke jalan. Mereka yang telah berpuluh tahun mengabdi ini menyuarakan satu tuntutan agar diangkat menjadi PNS tanpa syarat.

Seperti ditayangkan Liputan6SCTV, Rabu (19/9/2018), para tenaga honorer ini menuntut agar DPRD Kabupaten Ciamis membantu pengangkatan mereka menjadi PNS dan mewujudkan pemberian insentif yang dijanjikan sejak 2017 lalu.Heni, salah satunya. Dia tak kuasa menahan air mata menangisi nasibnya. Bahkan rekan Heni, Elianti telah mengabdi selama 30 tahun.

Di saat kran lowongan CPNS dibuka hari ini, Heni, Elianti, dan ribuan tenaga honorer lainnya hanya bisa berharap agar masih punya kesempatan menjadi PNS seperti yang diharapkan. Ribuan guru honorer dari berbagai kecamatan di wilayah Kabupaten Garut, menggelar aksi unjuk rasa, Selasa pagi.

Aksi ini dipicu pernyataan mantan Plt Kepala Dinas setempat yang menyebutkan guru honorer adalah guru ilegal.Seperti ditayangkan Liputan6 SCTV, Selasa (18/9/2018), meskipun sudah dicopot oleh Bupati Garut, namun massa menuntut Bupati Garut segera melegalkan status mereka. Rencananya, aksi para guru honorer ini akan terus berlangsung hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Menuju 7,700,000 Share .Bagikan Ini Sekarang